Sunday, December 3, 2017

Hiduplah Indonesia Raya..

Bulutangkis berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cabang olahraga yang berupa permainan yang dimainkan dengan memakai raket dan kok yang dipukul melampaui jaring yang direntangkan di tengah lapangan; badminton. Topik ini yang pertama kali terbersit di kepalaku ketika kontes menulis ini diadakan, orang sekitarku tentu tahu betapa besar rasa cintaku pada olahraga ini. Perkenalanku pada olahraga ini dimulai dari papa yang selalu menonton pertandingan bulutangkis di televisi, tahun 1998 adalah tahun pertama aku melihat bagaimana para pemain mengayunkan raketnya dengan lincah dan terkadang mengeraskan pukulannya pada kok yang ada. Cerita perkenalanku dengan olahraga ini dapat kalian baca lebih detil di sini atau dengan berkunjung ke instagramku.

Tentu sebagai pecinta bulutangkis kita tidak asing lagi dengan salah satu ganda putra terbaik milik Indonesia yang sedang naik daun saat ini, yang konon katanya disebut-sebut sebagai pengganti Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan, iya, mereka adalah Duo Minions (Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon). Mereka mengawali karir dengan susah payah, tidak langsung mendapatkan kepercayaan dari pelatih/klub tempat mereka bermain sebagai tumpuan utama, mereka kerap kali berada di bawah bayang-bayang ganda putra HS-MA dan beberapa pemain ganda putra lainnya. Namun syukurlah hasil memang tidak pernah mengkhianati proses, berkat kerja keras dan kegigihan mereka perlahan namun pasti mereka semakin dikenal, berprestasi, dan bahkan berada di posisi nomor 1 dunia sebagai ganda putra terbaik dunia.

All England 2017
Mengapa Minions? Karena tinggi badan mereka tidaklah seperti pemain bulutangkis kebanyakan (± 175 cm), Kevin Sanjaya 170 cm dan Markus Fernaldi 169 cm, cukup ‘mini’ untuk standar rata-rata tinggi badan pemain olahraga tepok bulu tersebut. Bahkan ketika mereka berdiri di atas podium sebagai juara 1, tinggi mereka masih dapat dibalap oleh juara 2 bahkan sebelum sang juara 2 berdiri di atas podium. Memang tinggi badan mempengaruhi kecepatan footwork, namun melalui mereka, kita semua belajar bahwa tinggi badan bukanlah faktor terpenting yang harus dimiliki oleh pemenang kejuaraan bulutangkis.

Aku akan menceritakan secara singkat mengapa aku begitu jatuh hati dengan gaya permainan mereka. Berdasarkan pengalamanku yang sering lalu lalang sebagai penonton setia bulutangkis dari berbagai turnamen, mereka selalu menampilkan permainan dengan tempo yang sangat cepat, adu drive, return service yang memukau, flick serve yang terkadang mengesalkan pihak lawan, akting provokasi yang menarik untuk ditonton, dan yang terakhir namun tidak kalah penting daya juang dan semangat pantang menyerah yang sungguh patut ditiru oleh atlet lainnya.

Marcus Fernaldi Gideon bermain sebagai pengeksekusi kok dengan pukulan smash­-nya yang kencang, sang penggebuk yang kerap dijuluki sebagai “Senyuman Matahari” ini memang kerap kali menyusahkan lawan dengan smash-nya yang kencang dan terarah. Marcus itu ibarat Christiano Ronaldo, dia giat berlatih bahkan dalam satu cuplikan wawancaranya dia kerap mendatangi pelatih dan meminta porsi latihan yang lebih agar dapat mengimbangin keterampilan dan kelihaian Kevin dalam bermain bulutangkis. Sedangkan Kevin Sanjaya sungguh telah menjalankan perannya sebagai playmaker dengan sangat baik, aku mengibaratkan dia seperti Lionel Messi, anak berbakat yang memang lahir untuk bermain bulutangkis, sungguh memukau dan unpredictable. Flick serve, return service, dan penempatan bola yang dilakukan oleh si "Tangan Petir" kerap kali membuatku berdecak kagum dan berpikir tidak habis pikir. Sungguh Indonesia patut bangga memiliki mereka sebagai ganda putra terbaik!

Hongkong Open 2017
Tahun 2017 adalah tahunnya Duo Minions, mengikuti 10 turnamen superseries dengan berada di final sebanyak 8 kali dan menjadi juara sebanyak 6 kali membuat mereka menjadi ganda putra terkaya saat ini dengan kekayaan mencapai Rp 3,121 miliar. Wow, jumlah yang fantastis bukan! Hingga saat artikel ini ditulis, mereka masih akan bersiap untuk mengikuti turnamen puncak world superseries yang akan diadakan di Dubai pada bulan Desember nanti, apabila mereka menang, mereka masih punya kesempatan untuk menambah pundi-pundi penghasilan mereka sebesar Rp 1,1 miliar. Kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keuletan yang dipertontonkan dalam setiap pertandingan membuat mereka layak mendapatkan semuanya.

Read More

Monday, November 27, 2017

Traveloka - When Impossible Means Nothing...

Bersyukur. Kata tersebut adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan berbagai kisah perjalanan yang telah kulakukan hingga saat ini. Kok bisa? Kecintaanku pada dunia travelling tidak sengaja muncul ketika aku sedang bepergian dengan keluargaku ke luar negeri. Di usiaku yang baru menginjak angka 7 saat itu, aku ingat bagaimana aku mengagumi keindahan dan keunikan budaya di negara-negara tersebut dan kekagumanku tidak hanya berhenti sampai di situ. Setiap mengunjungi negara yang berbeda, aku selalu dapat mempelajari hal baru seperti budaya, bahasa, makanan khas, tempat wisata, dan sebagainya. Setiap tempat yang kukunjungi selalu meninggalkan misteri dan kesan yang mendalam bagiku.
Jurang Tembelan Kanigoro - DIY
Tanpa kusadari kebaikan Tuhan tidak berhenti sampai di situ, pekerjaanku juga memberikanku kesempatan untuk menjelajahi indahnya Indonesia. Jujur aku akui hingga saat ini alam Indonesia masih tetap yang terbaik dan terindah di dunia. Hanya lagi-lagi kembali pada persoalan infrastruktur yang masih belum memadai yang menyebabkan diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk menikmati tempat wisata tersebut atau sulitnya menjangkau daerah eksotis tersebut. 

Aku sekeluarga terbiasa menggunakan jasa tur ketika bepergian karena lebih nyaman dan terbiasa menerima beres; duduk di bis/kapal/pesawat-makan-minum-jalan-tidur dan begitu seterusnya. Semakin lama aku merasa semakin bosan dan tidak menarik karena aku merasa tidak bebas dan tidak punya waktu lebih untuk menikmati momen perjalananku. Kebebasan waktu yang tidak pernah ada membuatku tertantang untuk membuat rute perjalanan kami sendiri. Berbekal pencarian yang dilakukan terus-menerus, aku memberanikan diri untuk melakukan uji coba ketika menghabiskan akhir tahun ke Malang dan Batu bersama teman-teman. Ternyata perjalanan tersebut berhasil dilalui dan kami semua menikmati kebersamaan dan momen yang tercipta, hal inilah yang memupuk rasa percaya diriku untuk merencanakan perjalanan ke luar negeri dengan skala yang lebih besar dan terstruktur.

Windows of The World - Shenzhen
Rencana perjalanan pun mulai kubuat untuk kami sekeluarga yang berjumlah 5 orang dengan negara Hongkong – Shenzhen – Makau sebagai tujuan wisata tahun lalu. Aku sangat menikmati setiap proses penyusunan dan pembuatan itinerary hari demi hari, walaupun terkadang muncul rasa malas dan berat, aku menyadari bahwa masa pencarian informasi terbaik ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

Keuletan dan kesabaran adalah kunci utama dalam keberhasilan penyusunan rencana perjalanan ini, kamu harus ulet dalam mencari dan membandingkan satu per satu informasi untuk mendapatkan yang terbaik, kamu harus sabar jika tidak menemukan informasi yang diperlukan karena tidak semua informasi berhasil didapatkan dengan sekali klik saja. Terkadang blogger menuliskan kisah perjalanannya dalam bahasa asing yang bukan bahasa Inggris, syukurlah aku masih dapat membaca huruf Mandarin. 

Sekarang ini, masa-masa pencarian dan perbandingan informasi mengenai banyak hal sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan masa lampau. Dulu belum ada mesin pencarian tiket pesawat dari seluruh maskapai pada satu website, bayangkan jika kita harus menelepon satu-satu agen perjalanan hanya untuk menanyakan dan membandingkan tiket pesawat dari beberapa maskapai. Alih-alih mendapatkan informasi yang diinginkan, omelan dan gerutu yang akan kita terima karena kita dianggap terlalu banyak bertanya, apalagi jika kita tidak jadi bertransaksi. Sebenarnya bisa saja dilakukan browsing, namun dapatkah kita bayangkan berapa banyak tab yang harus dibuka untuk mencari informasi yang diperlukan karena saat itu belum ada aplikasi yang menyatukan semuanya seperti Traveloka.
Read More

Sunday, February 7, 2016

The Best 15 of Song Il Kook's Parenting Style

Ga ada yang bisa memungkiri bahwa Song's triplet (DaeHan, MinGuk, dan ManSe) adalah anak-anak yang sangat lucu, ngegemesin, sopan, dewasa, dan terkadang bandel. Keceriaan yang ditampilkan triplet kepada kita melalui acara The Return Of Superman yang tayang setiap hari Minggu di Korea tidak lepas dari didikan orang tua mereka yang handal (aku berikan 4 thumbs up for being so great in educating tiplet). Sekarang aku akan membahas gaya parenting si appa yang aku yakin merupakan salah satu faktor utama yang menjadikan kita begitu menyukai triplet yang tak lain dan tak bukan adalah hasil kerja keras appa dan omma :)



1. Be patient when educating children
Dalam menghadapi triplet yang aku yakin tidak mudah, appa memilih untuk bertahan dan sabar dalam menanggung segala sesuatu (kayak ayat Alkitab ya, haha) dibandingkan harus emosi dan marah kepada mereka. Ketika hendak ke dokter gigi, appa memilih untuk menunggu dengan sabar ketika mereka enggan pergi dari rumah dan memilih untuk bermain di Song’s cart. Appa memilih untuk memberikan mereka waktu agar mereka tahu bahwa tidak ada gunanya jika lain kali mereka berontak atau ngambek karena mereka enggan pergi.

2. He is so well prepared in everything!
Kamu akan kagum melihat bahwa appa adalah orang yang sangat “peka” dan well prepared dalam melakukan segala sesuatu. Bukti bahwa dia sungguh appa yang ready adalah kepiawaiannya dalam memasak, ada begitu banyak jenis makanan yang sudah dinikmati triplet, dari nasi kari, ayam ciapo, dumpling, bahkan appa pernah begitu niat menggunting seaweed menyerupai dinosaurus karena tau triplet begitu cinta sama dino. Ketika hendak camping pun, appa pun melakukan survei terlebih dahulu. Hal yang sama dilakukan ketika hendak mengikuti lomba mendayung dengan perahu buatan sendiri, appa rela begadang demi membuat sketsa perahu yang kuat dan aman dinaiki oleh triplet. Paling salut sama appa yang bela-belain ambil SIM agar bisa mengajak seluruh keluarga TROS untuk berkeliling ke Jejudo dengan bis yang dia kemudikan sendiri dimana 1 minggu sebelumnya dia sudah pergi dan melakukan survei jalan seperti apa yang dilalui, my respect for you, Sir 1958! Btw, apakah kalian memperhatikan bahwa appa selalu membawa bangku hijau dan bib untuk lunch/dinner ketika bersama triplet? :p

3. Mixing childcare while exercising
Appa membuktikan bahwa dirinya adalah seorang yang jenius, menjaga anak sembari berolahraga, dari setiap episode yang ditonton, kamu akan melihat bahwa appa mengendarai sepeda sembari mengaitkannya dengan 3 kereta kecil yang berisi triplet, dikenal dengan nama Song’s piercer. Terkadang appa juga menggunakan Song’s cart yang berisi 3 kotak kecil yang diderek appa ketika mengantar mereka ke childcare dekat rumahnya. Sungguh jenius appanya triplet!
Song's Piercer
Song's Cart
4. Teaching them as polite as possible
Appa yang pertama kali berinisiatif menjadi teladan dan mengajari mereka untuk berbicara dan bertingkah laku sopan, selalu menggunakan “yo” di setiap akhir kalimat yang diucapkan, ketika mereka masih kecil, ada banyak perkataan yang salah diucapkan, appa tidak memarahi mereka, namun mengajak mereka mengulangi perkataan tersebut dengan benar. Begitu juga dengan manner, appa tidak segan-segan mengajari mereka untuk give bowing ketika mengucapkan salam/menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang sekeliling, sama ketika appa hendak memberikan jelly, appa mendorong triplet untuk menunduk dan mengucapkan terima kasih terlebih dahulu baru mereka dapat menyantap jelly kesukaan mereka. Appa jugalah yang paling sering mengajak mereka untuk berkunjung ke village belajar pansoori (nyanyian daerah), belajar peribahasa, sopan santun dan etika ketika berada di luar dan bertemu dengan orang yang lebih tua. Yang menarik adalah kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan, namun juga terus dilakukan ketika beraktivitas di luar, hal itu sangatlah baik bagi triplet untuk sadar bahwa kebiasaan bertingkah laku baik harus terus dilakukan di manapun kita berada.

5. Teach us how to respect the elders!
Dari tiap episode begitu nyata terlihat bahwa appa terus mengajarkan triplet untuk bertingkah sopan kepada orang tua, dia mengajarkan triplet untuk memanggil elder dengan sebutan Uncle, Hyung, Noona, Aunt, dan lain-lain. Hal lain yang diajarkan appa yang menurutku sangat penting, dia mengajarkan triplet untuk menunggu yang paling tua makan terlebih dahulu, baru triplet boleh makan setelah yang paling tua makan. Appa melakukannya tidak hanya sekali, membuat triplet ingat bahkan ketika berada di luar, mereka tidak boleh makan sebelum orang yang lebih tua terlebih dahulu makan.

6. Dia tidak memanjakan triplet!
Appa mendidik mereka menjadi anak laki-laki tangguh dan berani mencoba segala sesuatu. Sehabis dihukum dengan thnking chair, appa akan membuat mereka mendorong dan meletakkan bangku mereka kembali di ruang tamu, terkadang ada salah satu dari triplet yang minta appa untuk membawakan bangku karena berat. Appa tidak membiarkan hal itu terjadi, dia tetap menyakinkan mereka bahwa bangku tersebut tidak berat dan harus mereka dorong sendiri. Sama halnya ketika memandikan triplet, appa berusaha untuk terus mengajari mereka menggosok badan atau bahkan saling menggosok agar tidak merepotkan, serta tidak jemu-jemu mengajarkan mereka untuk terus berlatih memakai baju sendiri, tak lupa pujian pun dilontarkan jika mereka berhasil melakukannya. Salah satu bukti bahwa appanya menerapkan disiplin yang baik ketika membawa triplet untuk mengikuti pelatihan militer dan membuat mereka menjalani hari-hari seperti seorang tentara! Cute!

7. How to share everything, especially food
Appa yang berinisiatif untuk terus mengajari mereka berbagi makanan dengan tidak jemu-jemu, alhasil triplet tumbuh menjadi anak yang tidak pelit untuk berbagi, bahkan dengan paman cameraman saat syuting TROS dilakukan. Ada episode dimana appa mengajari mereka berbagi dengan meletakkan 1 stroberi pada 1 mangkok, tentu semua ingin makan stroberi. Namun bagaimana caranya agar ketiganya dapat kebagian 1 buah stroberi? Awalnya MinGuk jatuh ke dalam pencobaan dengan memakan habis stroberinya, namun appa menghukumnya kemudian dengan tidak memberikan stroberi ke-2 kepadanya. Hal itu akhirnya membuat semuanya sadar bahwa 1 stroberi pun dapat dimakan bersama asal kita mau berbagi :)

8. He is so creative in everything!
Ga ngerti dan ga abis pikir dengan kreativitas appanya yang ga ada matinya. Sewaktu appa hendak membuat foto passport untuk triplet dengan kameranya, as you can guess, triplet ga bisa berhenti bertingkah lucu dan ngegemesin, appa sampe bingung harus bagaimana agar bisa mendapatkan foto yang baik. Appa pun tidak habis akal, dia segera merancang kameranya dengan kaca yang sudah tersambung dengan tab yang menampilkan kartun “Robocar Polli”,taraa! Hal ini pun berhasil, triplet begitu terpaku menonton kartun dan appa sibuk jepret mencari angle terbaik, it’s a success! Ada juga episode dimana appa menggambar sendiri tokoh dalam dongeng Putri Duyung yang kemudian ditampilkan sebagai pertunjukan puppet Mermaid kepada penontonnya yang adalah triplet, this is really cute! Ada juga episode appa pergi ke studio foto dan mendandani triplet seperti dongeng Putri Duyung dan 3 Little Pigs, serta memotret mereka, hasil akhirnya terbitlah buku dongeng Putri Duyung dan 3 Little Pigs dengan gambar triplet yang ngegemesin abis! Jangan diragukan juga kehebatan appa dalam mendesain fashion untuk triplet yang keren banget! Baju-baju yang dikenakan selalu lucu dan sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan, semua itu pure ide appa, dan bukan pemberian sponsor (oh, how much money do they need :p)
Read More