Wednesday, January 26, 2011

Manusia = makhluk sosial ? (1)

Akhir-akhir ini, berbagai macam pikiran 'jalan-jalan' di kepalaku..
terpikir dari suatu paham yang sudah lama sekali didengar, kalau tidak salah berasal dari Aristoteles bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, yang diciptakan untuk hidup berdampingan dengan sesama manusia..
Yang berarti, manusia tidak dapat hidup seorang diri dan akan selalu memerlukan bantuan orang lain.. Tapi, semakin dijalani, semakin merasa, sifat manusia yang seperti itu semakin langka..

Manusia menjadi semakin egois dan seolah-olah
selalu merasa kekurangan waktu jika menolong orang lain. Berbagai macam karakter orang membuatku penasaran dengan bergumam 'kok ada ya orang yang seperti itu?' Let's read some examples from my daily activities :)

ketika aku dan temanku hendak turun dengan lift, pintu lift tertutup tanpa ada yang mencegahnya. Padahal di dalam lift ada cukup banyak orang. Akhirnya temanku sedikit berlari dan memencet tombol turun, dan tring... pintunya terbuka dan kita pun masuk, dan dia pun sedikit bergumam 'tangannya pada berat'.. (tertawa miris dalam hati)

Mungkin akan terpikir, just a simple thing, don't need to worry!
Justru dari hal sederhana seperti itulah, aku suka melihat bagaimana kami yang sesungguhnya..
Selama perjalanan pun, kalo ada yang orang yang mau keluar dan dia berada di belakang lift, tidak ada orang yang bersedia 'keluar sebentar' untuk sekedar memberikan jalan.
Akhirnya aku berdiri di tempat tombol untuk menahan orang yang hendak masuk dan keluar.

Sungguh sedih melihat kondisi di dalam kampus yang seperti itu..
Manusia kehilangan esensi yang sesungguhnya dari istilah 'makhluk sosial'..
Lalu melihat lingkungan sekitarku, jadi teringat, ketika tadi hendak print, sedang mengantri, mungkin seharusnya orang itu sudah selesai, tapi masih berkeras tidak mau berdiri dari kursinya.. Padahal tinggal diprint aja.. Well... don't know what to say..

Kadang tidak habis pikir dengan teman yang juga seperti itu.. Kadang-kadang terlalu memaksa untuk menuruti keinginan dia tanpa mau tahu yang direpotin itu bisa atau tidak.. Saking kesalnya, suka ngedumel sendiri..

Hal di atas juga menjadi pelajaran untuk aku.. Apakah aku juga salah satu dari orang tersebut?
Honestly, yes, i am..

Aku pun terkadang melakukan hal yang sama.. Menyiapkan 1001 alasan untuk berkelit dari hal menolong orang...

Well, what should i do then ?

Bagaimana dengan kamu? Apakah juga seperti itu?

0 comments:

Post a Comment