Monday, June 28, 2010

Di Balik Teknologi Jaringan ADSL dan Cable Modem



1. Pendahuluan
Pada zaman yang serba internet seperti sekarang ini, kebutuhan koneksi internet menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat terelakkan lagi. Koneksi internet sekarang ini sudah sangat mudah didapatkan. Banyak penyedia jasa layanan internet yang berlomba-lomba dalam memberikan penawaran terbaik mengenai produknya. Produk-produk yang ditawarkan sangat beragam yang terkadang memberikan kesulitan dalam memilih produk mana yang cocok bagi kita. Tidak hanya itu, kita juga mengalami kesulitan untuk menentukan penyedia jasa layanan internet mana yang dapat dipercaya untuk memenuhi kebutuhan kita.
Dari keinginan akan kedua hal tersebut, teknologi jaringan yang dipakai oleh pihak penyedia jasa layanan internet menjadi suatu peranan penting dalam menentukan pilihan kita. Dengan mengetahui jenis jaringan yang akan dipakai, kita dapat mengetahui resiko dan keuntungan dalam pemakaian produk yang ditawarkan. Selain itu mengetahui jenis jaringan internet yang ada juga dapat menambah wawasan kita akan kemungkinan hambatan yang akan datang dan cara untuk mengatasi hambatan tersebut.
Keinginan kita untuk memberikan informasi mengenai hal-hal di atas yang akhirnya membuat kita untuk mengangkat topik mengenai dua jaringan modem internet yang terkemuka yaitu modem ADSL dan modem cable. Keduanya sudah tidak diragukan menjadi pilihan favorit bagi para pengguna internet sekarang ini. Keduanya terkenal dengan kecepatan internetnya yang tinggi dengan menggunakan teknologi yang berbeda satu sama lain. Speedy sebagai penyedia jasa layanan internet yang memakai teknologi ADSL dan Fastnet sebagai penyedia jasa layanan internet dengan teknologi cable modem adalah salah satu contoh dari dua jaringan modem internet yang disebutkan sebelumnya.
Dengan pembahasan ini, kita berharapkan dapat memberikan informasi yang berguna sebelum memilih salah satu di antara kedua penyedia jasa layanan internet tersebut. Keuntungan, kerugian dan cara kerja yang dibahas di dalam artikel ini diharapkan dapat membantu para pembaca sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih layanan internet yang akan digunakan kelak.
2. Isi
2.1 ADSL
ADSL ( Asymmetric Digital Subscriber Line)adalah sebuah teknologi yang mengirimkan data dengan kecepatan tinggi melalui kabel telepon. Kecepatan ADSL berkisar antara 1,5-9 Mbps untuk kecepatan downstream dan 16-640 Kbps untuk kecepatan upstream. Frekuensi pada sambungan ADSL dibagi dengan mengansumsikan bahwa user akan lebih banyak mengandalkan download dibandingkan upload sehingga kecepatan download bisa tiga kali lebih cepat dibandingkan kecepatan upload.

ADSL sendiri merupakan teknologi yang berakar dari dial-up, di mana dial-up ini juga memakai kabel telepon. Teknologi dial-up ini memiliki banyak kekurangan yaitu kecepatan yang rendah, ketidakmampuan memakai telepon bila sedang berinternet, tingginya noise di dalam jaringan dan mahalnya biaya yang dikarenakan dial-up memakai pulsa untuk biayanya.

ADSL kemudian mulai dikenal karena kemunculan Telkom Speedy yang dimiliki oleh PT.Telkom. Dengan berbagai paket berinternet yang murah, Telkom Speedy menjadi populer di kalangan masyarakat.
ADSL membagi frekuensi dari sambungan yang digunakan dengan asumsi sebagian besar pengguna internet akan lebih banyak mengambil (download) data dari Internet daripada mengirim (upload) ke Internet. Oleh karena itu, kecepatan data dari internet biasa sekitar tiga sampai empat kali kecepatan ke internet. Karena kecepatan upstream dan downstream tidak sama digunakan istilah Asymmetric.
Sebelum ADSL, kita sudah terlebih dulu mengenal sistem yang disebut dial-up. Sistem ini menggunakan sambungan kabel telepon sebagai jaringan penghubung dengan Internet Service Provider (ISP). Namun dalam penggunaannya, dial-up memiliki beberapa kekurangan. Seperti rendahnya kecepatan dalam mengakses internet, terlebih di jam-jam tertentu yang merupakan waktu sibuk atau office hour. Selain itu, karena menggunakan sambungan telepon, kita tidak bisa menggunakan telepon bila sedang melakukan koneksi internet. Penggunaan sambungan telepon juga memungkinkan tingginya tingkat gangguan atau noise bila sedang menggunakan internet. Kekurangan lainnya adalah sistem penghitungan dial-up yang masih berdasarkan waktu dan masih dirasakan sangat mahal.
Perkenalan masyarakat Indonesia sendiri akan ADSL mulai berkembang saat PT.Telkom, yang merupakan perusahaan pengatur jaringan telepon nasional memperkenalkan program yang disebut sebagai Telkom Speedy, yaitu jaringan khusus dari PT.Telkom untuk penggunaan internet. Dengan melakukan pemasaran dan promosi-promosi yang gencar, Telkom Speedy berhasil dipasarkan di kalangan rumah tangga.
2.1.1 Kelebihan ADSL
· Frekuensi untuk data dan untuk telepon dibedakan sehingga tidak terjadi bentrokan sehingga selama tersambung ke internet, user masih dapat menerima telepon. Bagi pengguna di Indonesia yang memakai modem ADSL membuat kegiatan internet menjadi jauh lebih murah. Sehingga kita dapat berinternet tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak.
· Kecepatan jauh lebih tinggi daripada modem biasa.
·Tidak perlu kabel telepon baru, ADSL memungkinkan mengggunakan kabel telepon yang ada.
· Beberapa ISP ADSL akan memberikan modem ADSL sebagai bagian dari instalasi.
2.1.2 Kekurangan ADSL
· Seperti sangat berpengaruhnya jarak pada kecepatan pengiriman data. Semakin jauh jarak antara modem dengan PC, atau saluran telepon kita dengan gardu telepon, maka semakin lambat pula kecepatan mengakses internetnya.
· Tidak semua software dapat menggunakan modem ADSL. Misalnya Mac. Cara yang dipakai pun akan lebih rumit dan ada kemungkinan memakan waktu lama. Sehingga pengguna Linux harus menggantinya dengan software yang lebih umum seperti Windows Xp atau Linux.
· Adanya load coils yang dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke atas. Sayangnya load coils menggeser frekuensi suara ke frekuensi yang biasa digunakan DSL. Sehingga mengakibatkan terjadinya interferensi dan ketidak cocokkan jalur untuk ADSL.
· Adanya Bridged tap, yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan dan CO. Bridged tap ini dapat menimbulkan noise yang mengganggu kinerja DSL.
· Penggunaan fiber optic pada saluran telepon digital yang dipakai saat ini. Di mana penggunaan fiber optic ini tidak sesuai dengan sistem ADSL yang masih menggunakan saluran analog yaitu kabel tembaga, sehingga akan sulit dalam pengiriman sinyal melalui fiber optic.
· Kecepatan koneksi modem ADSL masih tergantung dengan jarak tiang DSLAM terdekat, artinya jika jarak modem ADSL dengan DSLAM jauh maka kecepatan koneksi akan menurun karena banyaknya hambatan medium yang dilaluinya dan sebaliknya jika jaraknya dekat, koneksinya akan mencapai kecepatan yang diharapkan.
· Sambungan ADSL lebih cepat untuk menerima data daripada mengirim data melalui Internet.
· Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan.
· Pada saat musim hujan, air sangat menganggu kualitas kabel telepon. Apalagi kalau banjir dan menenggelamkan Rumah Kabel telepon, di jamin akan menambah redaman kabel dan akan mengurangi kualitas sambungan ADSL.
· Jasa ADSL tidak ada di wilayah yang tidak ada kabel telepon.
Referensi :



2.2 Cable Modem
Kabel modem adalah sebuah teknologi di mana data dikirim melalui kabel televisi yang biasa digunakan untuk tv kabel. Dengan kabel ini, data dapat dikirim dengan kecepatan lebih besar dari kabel analog, yaitu sekitar 500 kali yang dikarenakan kabel televisi memang sudah dirancang untuk mengirimkan data digital. Jaringan ini memiliki kecepatan maksimum 27 Mbps untuk download dan kecepatan maksimum upload 2,5 Mbps.
Kabel modem menggunakan jalur telepon standar atau QPSK/16QAM modem untuk sistem kabel dua arah dalam mentransmisikan data upstream dari lokasi pengguna ke jaringan. Ketika jalur telepon menggunakan gabungan dengan jaringan siaran satu arah, sistem kabel data menggunakan sistem telephony return interface (TRI). Dalam jenis ini, satelit atau jaringan televisi tanpa kabel juga dapat digunakan sebagai jaringan data.
Pada ujung-ujung kabel, data dari pengguna disaring oleh demodulasi upstream (atau telephone-return system, sebagai layaknya) untuk diproses lebih lanjut oleh sistem akhir kabel modem (CMTS-Cable Modem Termination System). CMTS adalah switching sistem, biasanya didesain untuk rute data dari sebagian besar pengguna kabel modem melalui jaringan multiplexed interface. CMTS menerima data dari internet dan provider untuk rute data pada pengguna kabel modem. Data dari jaringan ke grup pengguna dikirim ke modulasi 64/256 QAM. Hasilnya adalah para pengguna modulasi data lebih dari 6 MHz perchannel, yang mana pengalokasian spektrum untuk channel televisi kabel seperti untuk siaran ABC, NBC atau TBS ke semua pengguna.
Cable modem di Indonesia dipopulerkan oleh jasa tv kabel First Media di mana mereka menawarkan akses internet Fastnet. Paket yang ditawarkan sangat ekonomis dan sesuai untuk masyarakat. Walapun begitu teknologi kabel modem tidak dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat karena membutuhkan jaringan kabel baru.


2.2.1 Keuntungan Cable Modem
  • Waktu koneksi yang tidak dibatasi
  • Bisa dipakai bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus tanpa mengurangi bandwidth.
  • Kecepatan stream yang lebih tinggi dibanding penggunaan kabel telepon
2.2.2 Kerugian Cable Modem
· Sifatnya yang selalu on memberikan kesulitan dalam mengawasi anggota keluarga terutama anak-anak dalam mengakses internet.
· Kecepatan download yang tidak secepat upload.
· Pemasangannya yang sulit karena harus memasang kabel baru.
Cable modem berbeda dengan ADSL yang dapat diputuskan koneksinya hanya dengan mencabut kabelnya. Karena cable modem yang sifatnya pasang mati, kabel tidak dapat diputus sembarangan. Hal itu membuat cable modem bersifat selalu on. Sifat ini dapat membuat user hampir tidak mampu mengawasi apa yang sedang diakses oleh anggota keluarga terutama anak-anak yang sedang berada di luar pengawasan orang tua atau pada waktu yang telah ditentukan.
Kekurangan lain dari cable modem adalah kecepatan upstream (data keluar) yang tidak sebanding dengan kecepatan downstream (data masuk). Hal ini membuat cable modem kurang sesuai jika dijadikan pilihan utama untuk membuka server, misalnya web atau FTP server.

Referensi :





3. Kesimpulan
ADSL dan cable modem memang tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik. Kita hanya bisa memaparkan dari segi keuntungan dan kerugian dari masing-masing modem. Untuk pemasangan yang mudah dan cepat, ADSL merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan. ADSL selain mudah pemasangannya, juga dapat terjangkau oleh hampir seluruh daerah di Indonesia yang memiliki jaringan kabel telepon. Untuk pemakaian yang ekonomis dan kekeluargaan, ADSL dapat menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Untuk keperluan yang mengharuskan internet selalu on, cable modem menjadi pilihan yang cukup bagus. Dari sifatnya yang selalu on, tentu saja pemakaian akan lebih stabil, sehingga cocok untuk keperluan yang memerlukan kestabilan seperti lingkungan perkantoran. Selain itu, cable modem juga cocok untuk orang yang memerlukan kecepatan tinggi dalam mendownload untuk pemakaian sehari-hari.
Jadi jika Anda adalah pengguna internet yang tidak terlalu membutuhkan pemakaian kecepatan tinggi, misal hanya untuk keperluan browsing dapat menggunakan ADSL. Sebaliknya, jika Anda memerlukan pemakaian kecepatan tinggi, dapat menggunakan cable modem. Jika Anda ingin membuka kantor baru atau usaha yang memerlukan internet yang selalu on, dapat menggunakan cable modem. Kalau Anda tidak ingin direpotkan dengan pemasangan jaringan internet, gunakan ADSL.
4. Penutup
Akhir kata, artikel ini mencoba untuk memaparkan teknologi jaringan yang terkandung di dalam modem ADSL dan cable modem. Diharapkan melalui artikel ini, para pembaca merasa sedikit terbantu sebelum akhirnya menentukan jaringan internet mana yang cocok untuk digunakan. Semua keputusan berada di tangan pembaca.
Penulis mohon maaf apabila dalam pembuatan artikel ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca. Terima kasih atas perhatian pembaca mengenai artikel ini. Saran dan kritik dapat sangat membantu kami dalam penyusunan artikel berikutnya.

Tim Penyusun :
1. Agustine -- 1200981320
2. Ayu Karina -- 1200980053
3. Jeannette R. -- 1200981062
4. Norma Anita -- 1200981522
5. Novita Indra -- 1200979461
Kelas : 04 PQT
MTK : Jaringan Komputer (H0515)

0 comments:

Post a Comment