Saturday, January 30, 2016

11 Reasons Why I Do Love Song’s Triplet (DaeHan, MinGuk, dan ManSe)

Mungkin karena 10 adalah suat hal yang mainstream, aku akhirnya memutuskan untuk menambah poin yang tadinya 10 menjadi 11 mengenai alasan kenapa aku (bisa jadi kalian) mencintai Song’s Triplet. So, here we go!

1. Cuteness overload
Keimutan mereka benar-benar tidak bisa dipungkiri kebenarannya (entah karena aku bias atau emang begitulah faktanya, tetep maksa :p). Kelucuan, kepolosan, dan tingkah mereka membuatku tidak bisa menahan tawa, bahkan terkadang haru sembari berpikir, “Kok bisa-bisanya kepikiran ngelakuin itu?”. Pada episode perdana kemunculan triplet, ManSe yang bangun pertama kali langsung menyebut kamera dengan “Dinosaurus” yang kemudian diikuti oleh kedua hyungnya, hal ini dikarenakan mereka belum ngeh/sadar betul apa itu kamera, bahkan mereka juga menyebut kamera appanya dengan sebutan “appa gumyung” (Appa’s dino). Video triplet yang menarikan lagu kartun kesukaan mereka, Pororo paling tidak akan membuatmu setuju bahwa mereka sangat imut dan lucu. Sama halnya ketika triplet berkunjung ke pedesaan sebagai scholar pertama kalinya di mana MinGuk dihukum karena mencoret lantai dengan tinta kuas kaligrafi.


2. Tindakan yang unpredictable

Ada episode ketika appa berpura-pura menghukum mereka dengan membawa mereka satu-satu menuju kamar dan ternyata dia sudah menyiapkan robot untuk diajak ngobrol sembari mengetes kepribadian mereka (appa terinspirasi tetangga sebelah yang menggunakan Teddy Bear raksasa, which is appa’s idea is so much better alias lebih masuk akal). DaeHan yang sudah dipanggil robot berkali-kali tidak bergeming, sampai-sampai si robot menghampirinya untuk mengajak bermain, DaeHan tidak bergeming sedikit pun, finally his eyes is rolling to the right side, haha. Bener banget kata appa kalo Dae Han is totally a FM (seseorang yang sangat kaku dan tunduk pada peraturan). 
Next one is MinGuk. Dia sedang dihukum; duduk dan menghadap tembok, kemudian dia mendengar suara robot, awalnya ragu kemudian menoleh, cling. Robot pun mengajaknya bermain, namun dengan sopan, dia berkata, “Sorry, i can’t play with you because i’m being punished right now!” (that’s too sweet MinGuk ah..). Setelah selesai dihukum, barulah dia mengajak robot bermain dan bertanya mengapa dia datang menemui MinGuk. Last one, here is the free spirit ManSe! Haha. Baru aja denger suara langkah kaki robot, ga pake babibu, langsung cling, noleh ke mana asal suaranya, dia langsung bermain bersama robot, bahkan sempet-sempetnya ngasih kiss di belakang kepala robot (ManSe ya, you’ve been watching too many K-dramas, haha).

3. Their appetite is so big! xD 
Yang ini aku yakin banget kalo segenap pencinta TROS pasti setuju 1000% (more than 100%), selera makannya ya ampuuun. Bener-bener dahsyat luar biasa, hal ini terlihat dari menu sarapan yang sudah banyak, ditambah lagi ketika beraktivitas di luar, ada tagline kalimat yang sudah terkenal dari si triplet bila sedang berkunjung ke suat restoran dan menunggu makanan tiba, “Omoni, mamam chuseyo” which means “Aunt, please give us food”, haha. Abis itu ga berapa lama makanan mereka akan tiba dan mereka akan menari-nari kegirangan sembari menyantap hidangan yang sudah ada di depan mata, especially for MinGuk. Dari adegan makan-makan yang selalu ada di setiap episode, aku menyadari bahwa appa telah mendidik mereka untuk tidak memilih makanan dan menyantap apapun yang disediakan appanya. Tahukah kalian bahwa setiap restoran yang dikunjungi triplet bahkan yang berada di pelosok Korea sekalipun tanpa disadari telah membuat masyarakat Korea tergiur untuk ikut mencicipi nikmatnya makanan khas restoran tersebut? Tanpa disengaja, adegan makan triplet menjadi CF yang menggiurkan bagi penduduk lokal dan telah ikut membantu menaikkan perekonomian daerah tersebut.

4. They really love to share
Survey membuktikan (menurutku aja sih sebagai guru Sekolah Minggu alias lebay) anak kecil sulit diajak untuk berbagi dengan teman-temannya. Jangankan ke temannya, berbagi ke cici/koko/adik/saudaranya aja terkadang ga rela (sok analisa lagi :p). Nah, ajaibnya mereka bertiga tidak sungkan untuk berbagi (walau jujur menurutku ManSe yang paling belum rela dan sukanya kebagian berkat dari koko-kokonya, haha) makanan, minuman, giliran bermain, dan lain-lain. Patutlah kita acungi jempol untuk ayah dan ibunya yang mampu mendidik mereka sehingga tumbuh dengan baik. Adegan yang mengharukan ketika appa membelikan es krim untuk dibagikan kepada triplet (siapa sih anak kecil yang ga suka es krim), DaeHan as a hyung memberikan teladan dengan membagikan es krim kepada MinGuk dan ManSe (perhatikan kebiasaan DaeHan yang selalu menjilat bersih sisa sendok/garpu yang diberikan sebelumnya kepada orang lain), berikutnya MinGuk yang duduk di tengah dan berbagi kepada hyung dan dongsengnya; appa pun berucap untuk selalu berbagi satu dengan yang lain, eh.. si MinGuk malah menyodorkan sesendok es krim kepada appanya (this is really sweet). Sekilas terlihat bahwa ayahnya terharu dan menahan air matanya. They really know the joy of sharing, yup, the joy, ga mungkin kita mengasihi tanpa memberi bukan?

5. They teach us how to be a polite and well-behaved person since we were a kid!
Perhatikan bagaimana triplet selalu menggunakan “yo” yang adalah bahasa formal di setiap akhir kalimat yang diucapkannya kepada siapa pun. Ketika melihat anak tetangga TROS, hanya triplet yang diajarkan untuk mengucapkan “yo” dan memberikan bowing kepada orang yang lebih tua. Tentu pernah triplet keceplosan berbicara bahasa banmal (informal) kepada yang lain. Appa pun dengan cepat mengoreksi perkataan triplet, and guess what? Appa is the one who has the initiative to speak dan teach them to speak formally. Appa dan Omma juga menggunakan bahasa formal agar lebih menghargai satu sama lain. Ketika umur triplet masih kecil pun, ucapan “chuseyo” dapat menjadi “chuceyo”, namun appa mengulanginya sekali lagi dengan “chuseyo”, tidak menegur namun mengucapkan sekali lagi agar triplet mengerti pengucapan yang benar.

6. Love everyone around you freely
Sejak kemunculan perdana triplet, ada begitu banyak cinta yang diterima oleh mereka. Interaksi yang terjadi ketika mereka bermain keluar bahkan ketika mereka dikunjungi oleh orang lain membuktikan bahwa mereka (atau mungkin anak kecil) sungguh begitu sederhana, mereka menyayangi Ryu Hyun Jin, Lee Hwi Jae, Choo Sung Hoon, Sa Rang, Twins, Quintet dengan apa adanya. Mungkin inilah kenapa mereka begitu cepat akrab dengan orang lain, mereka menyukai seseorang dengan bebas dan tulus tanpa memikirkan kemungkinan terburuk apa yang akan terjadi jika berteman dengannya.


Read More

Friday, January 22, 2016

DaeHan MinGuk ManSe

Jumpa lagi denganku! Sesuai janji kemarin di posting sebelumnya mengenai The Return Of Superman, aku akan membahas sifat dan karakter dari masing-masing si triplet. So, here we go!



Nah, mari kita bahas satu per satu dari si triplet dan siapa yang menjadi favoritku, hehe.. the first one is Song Dae Han, jika kalian cukup sering menonton, ada cukup banyak julukan untuk si sulung ini; Daehoney (mungkin karena dia manis?), Dae Han the reliable one (karena dia emang benar-benar sosok hyung yang bisa diandalkan), Dae Han dad’s boy (why? Makin sering menonton acara ini, kamu akan setuju denganku bahwa dia memang benar-benar mencintai sang ayah alias si appa-bahasa Korea untuk ayah xD).

Dae Han.. Menurutku dia sulung yang sangat sangat bisa diandalkan, bahkan ketika di dalam kandungan, dia berada di paling bawah dan menopang kedua adiknya, Min Guk dan Man Se. Appa juga bercerita hingga usia 1 tahun, mereka (suami dan istri) begitu sibuk mengurus kedua adiknya; Min Guk karena menderita severe atopy dan Man Se yang begitu kecil saat dilahirkan (hanya 1,7 kg). Terkadang Il Kook merasa bersalah karena tidak memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadanya. Oleh karena itu, orang tua mereka berusaha untuk mengajari agar kedua adiknya menghormati dia; dimulai dari hal yang sederhana, dengan memanggil hyung misalnya.
Pertama, menurut pendapat pribadiku ketika menonton acara ini, Dae Han sungguh-sungguh sosok yang sangat dewasa bahkan mungkin terlampau dewasa untuk anak kecil seusia dia. Ada 2 episode dimana aku menyaksikan bahwa dia dengan susah payah menyeret tas ayahnya karena dia mungkin merasa takut tasnya akan hilang sekaligus terbeban sebagai anak pertama untuk menjaga dengan baik tas ayahnya. Jujur aku takjub melihat episode ini, lebih ke “gak abis pikir” kok bisa-bisanya dia berpikiran untuk melakukan hal itu sementara kedua adiknya sudah asik entah berbuat apa (Episode 37 dan 38). Ada beberapa episode dimana dia sebenarnya sudah diizinkan appa untuk menyantap makanannya duluan, namun begitu sayangnya dengan dongsengnya, dia rela untuk membiarkan mereka mencicipinya terlebih dahulu dan kalau kalian sering memperhatikan, dia selalu (bahkan rela) menjilati sisa makanan dari sendok yang sudah diberikan kepada orang lain.

Kedua, dia benar-benar memberikan contoh dan teladan yang baik bagi kedua adiknya. Ada episode dimana mereka pergi melakukan vaksinasi dan menunggu giliran untuk disuntik, dasarnya si Dae Han emang plegmatis (dimana dia terlalu cuek dan suka lupa dengan kejadian sekitarnya), dengan polos dan tidak paham kondisinya (kedua adiknya sedang menangis sekeras-kerasnya karena enggan disuntik) dia masuk, duduk di depan dokter, dan cuss.. dia disuntik tanpa menangis (well, no crying at all..) Well, ini adalah bagian dimana aku juga terkejut, kok bisa anak sekecil ini tidak menangis? Sekilas mencoba menempatkan diri sebagai Dae Han, sepertinya dia melihat bahwa sang appa sedang sibuk menenangkan kedua adiknya yang rewel sehabis disuntik, akhirnya dia memberanikan diri untuk maju dan paling enggak dapat meringankan beban si appa yang cukup stres saat itu. Amazing! (Episode 50).

Ketiga, dia adalah sosok hyung yang benar-benar baik dan bisa diandalkan. Bahkan dari dari usia 27 bulan, dia sudah dapat memimpin adik-adiknya ketika bermain, untuk tidak menyentuh yang memang bukan mainan (ketika Man Se usil memainkan remote AC yang menempel di dinding: Episode 34). Ketika kamu menyaksikan beberapa episode, ada beberapa peristiwa yang syukurnya direkam dengan baik oleh cameraman, dimana dia berusaha untuk melindungi dongsengnya (Min Guk dan Man Se) dari beberapa hal (ketika ayah mempersiapkan diri untuk perlombaan triathlon; appa yang membiasakan agar anak-anak tidak takut di dalam air, berenang bersama triplet sekaligus; saat itu kamera menangkap bahwa Dae Han meletakkan tangannya di belakang punggung Man Se untuk menopangnya.. how cute.. Episode 82). Ada juga kejadian di episode awal, ketika Dae Han menegur Man Se untuk diam ketika sang ayah berbicara dengan mencubit sedikit saja tangan Man Se (Episode 54). Ada juga episode 50 ketika Man Se makan mie instan dengan udang dan menyisakan 1 mie yang panjang, Dae Han membantu dengan mengangkat mie tersebut untuk memastikan bahwa Man Se memakannya hingga habis. Episode 60 dimana dia membagi buburnya kepada Min Guk ketika Min Guk terlalu asik bernyanyi sehingga papanya mengira dia tidak menginginkan sarapannya. So sweet!

Keempat, Dae Han memang benar-benar cocok lahir sebagai si sulung dengan sifat yang agak kaku karena dia taat atau mungkin sangat taat terhadap peraturan dan mencintai kebersihan. Appa pun sering menyebutnya dengan julukan FM (Field Manual) yang berarti adalah total rule follower. Ada episode dimana dia sedang makan dan minta dibersihkan mulutnya oleh appa, kemudian Man Se celetuk kepadanya bahwa tidak apa ketika makan menjadi kotor karena memang itu sudah sewajarnya. Ada juga episode 68, ketika hendak sarapan, Dae Han menyadari bahwa bangku makan yang ditempatinya adalah milik Min Guk karena ada baretan di mejanya (What???). 

Episode 110, dimana ayahnya mengetes kepribadian mereka dengan mengirimkan robot yang konon hanya bisa dilihat oleh anak-anak; appa membuat setting-an seolah-olah sedang dihukum, menyuruhnya untuk masuk ke kamar dan mengambil bangku, serta duduk menghadap tembok, bahkan ketika robotnya berjalan hingga ke sampingnya untuk mengajaknya bermain, dia hanya menggerakan ujung matanya tanpa menyentuh atau bahkan bermain dengan si robot (he is totally a FM!). Jujur aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keunikan dia yang ini. Sebenarnya masih banyak kejadian dan sifat Dae Han yang lain, namun aku memutuskan untuk fokus pada empat sifat utamanya yang hampir selalu muncul di tiap episodenya. By the way, he is actually my second favourite after Min Guk ^^
Read More

Wednesday, January 20, 2016

New World: The Return Of Superman!

Hai semuanya.. Happy New Year 2016! Sudah lama ga menulis, lagi ada banyak hal di kepala yang mau ditulis (pembicaraan dari kapan tahun :p). Akhirnya memulai kembali menulis dengan topik yang lagi hangat-hangatnya.. Selamat membaca! :)

Akhir-akhir ini aku sedang keranjingan satu variety show Korea yang memang lagi nge-hits banget di Korea. Bagi orang-orang yang mengenalku, seharusnya mereka tahu program apa yang dimaksud. Iyap, The Return of Superman (TROS), reality-variety show Korea yang menyajikan kehidupan nyata dimana para ayah yang sebagian besar berprofesi sebagai entertainer di Korea berjuang selama 48 jam untuk menjaga anak-anak mereka tanpa dibantu oleh si ibu.

The Return Of Superman's Cast before Lee Dong Gook Joins
Mengapa acara tersebut menarik bagiku? 

Pertama, karena setiap kita tentu tahu dan setuju bahwa merawat dan mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Ada begitu banyak perjuangan dan pengorbanan dari segi waktu, tenaga, dan uang yang dikeluarkan oleh orang tua - terutama Ibu. Acara ini memiliki ide anti mainstream karena berani menawarkan acara mengasuh anak yang wajib dilakukan oleh ayah tanpa campur tangan ibunya (sungguh menarik :p). 

Kedua, lokasi syuting di rumah dibuat senyaman mungkin dengan menggunakan rumah kecil atau tenda dimana para VJ (cameraman) sibuk bersembunyi sembari merekam dan mencari angle terbaik untuk mengambil gambar. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak merasa takut atau kaget sehingga mereka dapat bermain dan bergerak seperti yang biasa mereka lakukan sehari-hari. Jika kalian memperhatikan dengan seksama, kalian akan menyadari bahwa para kru bekerja dengan sangat profesional sehingga tidak mengganggu keseharian mereka. Tentu akan lain ceritanya jika mereka melakukan kegiatan outdoor.

Ketiga, acara ini bukan reality show dengan ide murahan karena dirancang secara khusus untuk mendekatkan para ayah dengan anak-anak mereka. Kita semua tentu tahu bahwa jawaban para anak ketika ditanya lebih dekat dengan ayah atau ibu, hampir sebagian besar mereka akan menjawab dengan ibu. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sang ibulah yang berperan sangat besar di dalam tumbuh kembang sang anak, sedangkan ayah biasanya sibuk mencari nafkah. Hal inilah yang membuat sang produser membuat acara ini; dimana para ayah yang disebut sebagai Superman dituntut agar dapat menyelesaikan misi yang diberikan oleh masing-masing istri dan bermain dengan anak-anak mereka. Jangan kaget ketika awal-awal melihat para ayah kesulitan dan akhirnya sepakat mengakui dan berterima kasih kepada para ibu, serta tidak ragu untuk memuji bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dalam mendidik anak-anak mereka.

Terakhir namun tidak kalah penting, acara ini memberikan pelajaran dan cara yang benar (baik belum tentu benar kan :p) bagaimana merawat, memuji, menegur, bahkan mendidik anak-anak jika mereka berbuat salah.
Para ayah yang menjadi pemeran TROS awalnya tidak bersedia tampil karena enggan berbagi dengan masyarakat luas mengenai kehidupan pribadi mereka. Namun setelah dibujuk sedemikian rupa oleh prosedur acara, mereka bersedia tampil di TV dengan risiko mereka harus siap berbagi kehidupan pribadi mereka dengan para penonton.

Nah.. Berbicara mengenai TROS, aku mau berbagi sedikit bagaimana pada akhirnya aku bisa jatuh cinta setengah mati sama acara ini. Awal mula ceritanya sungguh sederhana, aku biasanya membaca berita seputar Kpop dari Koreanindo, Allkpop, dan Soompi. Ketika aku membaca Soompi, aku tertarik untuk meng-klik dan membaca satu judul artikel yang menyebutkan bahwa Song Il Kook dipuji oleh psikolog anak karena kepiawaiannya dalam mendidik anak (silahkan di-klik jika penasaran :p). Dalam hatiku terpikir, “emang kayak gimana dia ngedidik anak sampai dipuji psikolog anak begitu piawai?”. Dimulai dari rasa penasaran yang sangat sederhana dan kecintaanku pada dunia anak-anak, aku pun meng-klik dan mulai membaca artikel tersebut, disebutkan nama acaranya adalah The Return Of Superman, sepertinya menarik juga (begitu pikirku pada awalnya).

Rasa penasaranku pun semakin berlanjut, mulailah aku buka Youtube dan mencari judul acara tersebut, ternyata banyak dan mudah ditemukan, bahkan sudah disediakan secara cuma-cuma oleh KBSWorld TV, salah satu dari tiga stasiun televisi yang terkenal di Korea (bagi yang sudah sering mondar-mandir di dunia Kpop pasti tidak asing dengan 2 stasiun lainnya). Kemudahan yang sudah disediakan secara cuma-cuma ini pun tidak aku sia-siakan, aku mulai mencari tentang Song Il Kook, ternyata anaknya triplet, alias kembar tiga. 
Wah, kembar tiga, makin besarlah rasa penasaran ini, aku sampai bela-belain googling cari episode perdana triplet.

Episode 34 adalah episode perdana di mana Song Il Kook dan triplet muncul, pertama aku mencoba untuk menonton anak-anak yang lain, namun dasar emang uda naksir, bawaannya uda langsung skip-skip hingga aku menemukan bagian triplet. Aku rasa salah satu faktor yang paling mendukung sehingga aku begitu cepat jatuh cinta karena pada dasarnya aku suka anak kecil. 

Dunia mereka yang begitu sederhana membuatku begitu tertarik. Song Il Kook’s triplet itu bernama Dae Han, Min Guk, dan Man Se. Pertama kali melihat mereka aku sudah punya feeling bahwa memang pantas untuk diikuti karena tingkah mereka yang menggemaskan :p 

Berikut adalah denah apartemen appa yang digunakan sebagai lokasi syuting, ternyata apartemen di Korea itu besar, tidak seperti di Jakarta yang cenderung sempit dan dikit kamarnya.

Mengapa si triplet dan bukan yang lain?
Read More