Friday, November 15, 2013

Live Your Life To The Fullest

Senin, 4 November 2013

Kemarin kami yang terdiri dari aku dan teman-teman gereja pergi melayat salah satu jemaat kami yang mamanya sudah dipanggil Tuhan. Aku agak sedih karena belum sempat menjenguk mamanya ketika dirawat di rs, dan ternyata aku denger beliau sudah dipanggil Tuhan. Kami datang untuk mengadakan ibadah penghiburan bagi mereka. Kami menaikkan pujian dan sejenak di dalam pikiranku lagi-lagi merenungkan banyak hal.

Pendeta kami (Pak Ong) menyampaikan Firman yang seperti biasa ada di ibadah orang meninggal, dari debu akan kembali menjadi debu. Seingatku, hanya ada 2 kebaktian penghiburan Kristen yang pernah aku ikuti, yang pertama saat Ibu Lim (KepSek SD) meninggal saat aku masih SMP dan saat suami dari ibu Titiek (Guru Matematika SMA) meninggal. Jadi sudah lama sekali aku tidak mengikuti ibadah secara Kristen. Keluarga besar kami masih menganut kepercayaan Kong Hu Chu, jadi ritual keagamaan pada saat ada yang meninggal sangat jauh berbeda dengan ritual Kristen.

Entah mengapa kemarin aku terpikir beberapa hal, meninggal secara Kristen ‘seolah-olah’ bahagia dan tanpa beban, karena dikatakan bahwa hidup di dunia memang hanya sementara, toh inti dari perjuangan orang-orang yang mengaku dirinya seorang ‘Kristen’ adalah kekekalan itu sendiri, di mana rohnya akhirnya bertemu dengan Allah Bapa dalam kemuliaan di Kerajaan Surga.

Sepertinya menarik sekali apa yang ditawarkan Tuhan, percaya kepadaNya dan taat mengerjakan panggilanNya, kita seperti sedang berada dalam sebuah perlombaan yang ujungnya akan mendapatkan ‘mahkota kekal’. Kesusahan di dunia tentu tidak sebanding dengan apa yang ditawarkan kelak jika kita didapatiNya setia. Syukur kepadaNya karena Dia boleh memanggilku menjadi seorang yang boleh menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruslamat dalam hidupku.

Kembali ke topik awal, sebenarnya mama jemaat adalah orang yang belum percaya, namun dalam masa-masa perawatan di rs, beliau sempat menangis jika dinyanyikan lagu rohani dan didoakan. Oleh karena itu, anak-anaknya memutuskan untuk menguburkan mamanya secara Kristen. Gereja kami pun mengadakan ibadah penghiburan untuk mama jemaat.

Sekilas aku terpikir bagaimana dengan orang tuaku yang hingga detik ini belum percaya, namun aku melihat Tuhan sedang bekerja dalam hidup mereka, syukurlah mereka bisa melihat Tuhan sungguh hidup dalam kehidupan ketiga anaknya.

Read More

Friday, June 7, 2013

About Me


Seorang wanita 'biasa' yang berjuang untuk terus dan terus menyenangkan hatiNya.  
Perlahan tapi pasti telah menjadi seorang wanita 'luar biasa'  karena anugrahNya.
Blog ini dibuat untuk menyalurkan hobi menulis diary yang sudah lama tidak pernah dilakukan, blog ini berisi pengalaman sehari-hari yang boleh saya lewati bersama dengan Tuhan dan kalian, momen-momen yang tidak akan terulang, dan lain-lain.
Ketika saya letih dan melihat isi blog ini, saya menyadari bagaimana anugrahNya telah membuat saya berani melangkah dan bertahan hingga pada detik ini. 
Semoga blog ini dapat menjadi berkat untuk kita semua.
God is good all the time ^^