Monday, April 18, 2011

She's my everything

Uda lama banget ga nulis dan uda tau mau nulis apa, tapi malesnya minta ampun -__-

kali ini mau cerita tentang seorang wanita tangguh yang ga ada tandingannya..
M.A.M.A


Mamaku..
sahabatku yang terbaik
dapat dipercaya
bisa diandalkan
She's my everything :)


Uda 20 tahun, aku mengenal sosoknya.. tapi ga pernah berubah sedikit pun pemikiranku mengenai dia, yang ada aku semakin terkagum dan bangga ketika Tuhan boleh menempatkanku di sisinya..

Dia yang tahu hampir semua hal yang terjadi pada diriku, kenapa hampir tapi tidak seluruhnya?
Ada sedikit bagian yang aku ga bisa ceritakan sama mama, karna dia tidak mengerti.. :)
tapi di luar itu semua, dia tetaplah yang paling baik..

Rasa sayang ini bertumbuh semakin kuat ketika aku melewati 3 minggu yang emosional pada tahun 2007..
Aku waktu itu menemani mama untuk pergi check-up di Mahkota, Malaka..
Hasilnya semua baik, ternyata tiba-tiba aja mama mengalami 'semi-koma' karna keracunan makanan waktu di perjalanan.. Aku hanya berdua dengannya..
aku takut sekali.. sangat takut..

aku yang waktu itu hanya berusia 16 tahun harus terus mendampingi mama.. Aku akhirnya membawa koper dari hotel dekat RS utk check in di RS.. 2 Koper aku yang tenteng sendiri..
sempat berpikir aku gak akan mampu dan kuat..
tapi di tengah keterpaksaan kondisi yang ada, pernakah kamu merasa kamu sepertinya dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya?aku takut, waktu aku sampai di RS, mama uda ga ada di tempat semula.. ternyata uda dipindahin ke kamar pasien.. aku pun bingung mencari dan bertanya pada suster-suster yang lalu lalang.. bersyukur, aku menemukannya..

selama 3-4 minggu, liburan yang tadinya sudah direncanakan akhirnya batal karena keadaan yang tidak terduga ini.. Aku pun menjaga dan mendampingi mama.. Bersyukur ada kantin di RS, jadi ga perlu keluar...

Tapi, ada 1 hari ketika aku turun, aku kehabisan, aku pun beli makanan di luar, karna mau cepat2 kembali, beli makanan yang seadanya..

begitu menderitanya dia, sampai-sampai terus berkata 'mama capek, mama takut!'
ga terhitung berapa banyak air mata yang sudah keluar gara-gara mendengar omongan ini
aku terus menyemangati mama, kukatakan padanya 'Mama, semangat! :)'
Read More